Pengaruh Penambahan Abu Serabut Kelapa Sebagai Substitusi Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Beton
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu serabut kelapa sebagai substitusi sebagian semen terhadap kuat tekan beton. Abu serabut kelapa merupakan limbah pertanian yang mengandung senyawa pozzolan seperti silika (SiO₂) dan alumina (Al₂O₃) yang dapat memperkuat hasil hidrasi semen. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan variasi abu serabut kelapa sebesar 0%, 1,5%, 2,5%, 3,5%, dan 4,5% dari berat semen. Benda uji berbentuk silinder berukuran 15 cm × 30 cm dengan mutu beton rencana f’c = 25 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh variasi penambahan abu serabut kelapa menghasilkan kuat tekan lebih tinggi dibandingkan beton normal, dengan nilai tertinggi pada kadar 4,5% sebesar 32,77 MPa. Berdasarkan SNI 2847:2019, nilai tersebut memenuhi standar kuat tekan minimum beton struktural, sehingga abu serabut kelapa dapat digunakan sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam pembuatan beton
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
American Society for Testing and Materials. (1997). ASTM C29/C29M-97: Metode Uji Standar untuk Kepadatan Curah (“Berat Satuan”) dan Rongga dalam Agregat. Conshohocken Barat, PA: ASTM Internasional.
American Society for Testing and Materials. (1997). ASTM C29-97: Metode Uji Standar untuk Kepadatan Curah ("Berat Satuan") dan Rongga dalam Agregat. Conshohocken Barat, PA: ASTM Internasional.
American Society for Testing and Materials. (1997). ASTM C566-97: Metode Uji Standar untuk Kadar Air Total yang Dapat Diuapkan dari Agregat dengan Pengeringan. Conshohocken Barat, PA: ASTM Internasional.
American Society for Testing and Materials. (2001). ASTM C128-01: Metode Uji Standar Massa Jenis, Massa Jenis Relatif (Gravitasi Spesifik), dan Penyerapan Agregat Kasar. Conshohocken Barat, PA: ASTM Internasional.
American Society for Testing and Materials. (2001). ASTM C128-01: Metode Uji Standar Massa Jenis, Massa Jenis Relatif (Gravitasi Spesifik), dan Penyerapan Agregat Halus. Conshohocken Barat, PA: ASTM Internasional.
American Society for Testing and Materials. (2001). ASTM C136-01: Metode Uji Standar untuk Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar. Conshohocken Barat, PA: ASTM Internasional.
American Society for Testing and Materials. (2003). ASTM C131-03: Metode Uji Standar Ketahanan terhadap Degradasi Agregat Kasar Berukuran Kecil Akibat Abrasi dan Benturan pada Mesin Los Angeles. Conshohocken Barat, PA: ASTM Internasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2000). SNI 03-2834-2000 : Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI 7656:2012 – Tata cara pemilihan campuran untuk beton normal, beton berat dan beton massa. Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.